Pemeriksaan harian crane adalah pengecekan singkat oleh operator sebelum unit dipakai pada awal shift, meliputi pengamatan visual dan uji fungsi tanpa beban. Tujuannya menemukan kerusakan yang muncul sejak pemakaian terakhir, sebelum kerusakan itu bertemu dengan beban. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari tugas operator berlisensi dan tidak digantikan oleh pemeriksaan berkala.

Mengapa pemeriksaan harian tidak boleh dilewati?

Crane dipakai bergantian. Operator shift pagi tidak tahu apakah semalam blok kait menabrak limit switch, tali terlindas, atau ada kebocoran oli. Tanpa pemeriksaan, ia mewarisi masalah tanpa menyadarinya.

Ada tiga lapis pemeriksaan pada sebuah crane:

Lapis Pelaksana Frekuensi Kedalaman
Harian atau sebelum operasi Operator Setiap awal shift Visual dan uji fungsi
Pemeliharaan berkala Teknisi Mingguan, bulanan, sesuai manual Pengukuran, pelumasan, penyetelan
Pemeriksaan dan pengujian Ahli K3 atau pengawas spesialis Sesuai peraturan Menyeluruh, termasuk uji beban

Lapis ketiga dibahas di artikel riksa uji crane menurut Permenaker 8/2020. Artikel ini membahas lapis pertama.

Apa saja yang diperiksa pada semua jenis crane?

Dokumen dan area

  • Catatan pemeriksaan shift sebelumnya dan tanda larangan pakai.
  • Masa berlaku dokumen pemeriksaan dan pengujian unit.
  • Area kerja bebas halangan, lantai atau tanah dalam kondisi baik.
  • Alat pemadam api ringan tersedia bila dipersyaratkan.

Kait dan tali kawat baja

  • Kait tidak retak, tidak melebar, berputar bebas, pengunci berfungsi.
  • Tali kawat baja tanpa kawat putus mencuat, tekukan, gepeng, atau karat berat.
  • Tali tergulung rapi di drum dan berada di alur puli.
  • Ujung tali dan pengikatnya utuh.

Rincian jenis kerusakan tali ada di safe working load dan inspeksi wire rope.

Alat kendali dan pengaman

  • Tombol, tuas, atau joystick kembali ke posisi netral dan berlabel jelas.
  • Tombol berhenti darurat berfungsi.
  • Klakson, sirene, dan lampu peringatan menyala.
  • Limit switch bekerja.
  • Rem menahan.

Checklist overhead crane dan gantry crane

Pemeriksaan visual

  1. Pendant atau remote tidak retak, kabel tidak terkelupas, baterai remote cukup.
  2. Tidak ada benda lepas di atas girder dan trolley.
  3. Rel lintasan bebas halangan, stopper ujung terpasang.
  4. Tidak ada tetesan oli dari gearbox.
  5. Kabel festoon atau busbar dalam kondisi baik.
  6. Pelat kapasitas terbaca.

Uji fungsi tanpa beban

  1. Tekan berhenti darurat, pastikan semua gerakan mati, lalu reset.
  2. Gerakkan hoist naik dan turun; dengarkan suara tidak normal.
  3. Naikkan kait perlahan sampai limit switch atas bekerja.
  4. Jalankan trolley dan bridge ke dua arah; pastikan arah sesuai label.
  5. Uji rem: gerakan berhenti saat tombol dilepas, tanpa meluncur berlebihan.
  6. Uji sirene dan lampu.
  7. Untuk gantry luar ruang, periksa pengunci rel dan anemometer.

Checklist mobile crane

Keliling unit

  1. Ban atau track: tekanan, keausan, baut roda, kekencangan track.
  2. Outrigger: silinder tanpa bocor, pad utuh, alas tumpuan tersedia.
  3. Kebocoran oli mesin, hidrolik, bahan bakar, dan pendingin.
  4. Level oli mesin, hidrolik, air radiator, dan bahan bakar.
  5. Boom: tidak penyok, tidak retak, pin dan pengunci lengkap. Pada boom lattice, periksa batang yang bengkok.
  6. Counterweight terpasang dan terkunci.
  7. Kaca kabin bersih, kaca spion dan wiper berfungsi.

Di dalam kabin

  1. Load chart tersedia dan sesuai unit.
  2. Load moment indicator menyala dan dikonfigurasi sesuai kondisi aktual.
  3. Anti two-block berfungsi.
  4. Indikator kerataan (level) terbaca.
  5. Semua tuas dan pedal bekerja halus.
  6. Rem swing dan pengunci swing berfungsi.
  7. Klakson dan alarm mundur berbunyi.

Uji fungsi tanpa beban

Jalankan gerakan hoist, boom naik-turun, teleskopik, dan swing satu per satu. Perhatikan suara, getaran, dan respons kendali.

Checklist tower crane

Sebelum naik

  1. Pagar dan pintu akses dasar menara terkunci dari orang tidak berwenang.
  2. Fondasi dan baut dasar tanpa kelainan yang terlihat, tidak tergenang.
  3. Panel listrik dan kabel suplai dalam kondisi baik.
  4. Cuaca: periksa prakiraan angin dan petir.

Saat naik dan di kabin

  1. Tangga, bordes, dan pengaman jatuh dalam kondisi baik.
  2. Tidak ada baut atau pin sambungan menara yang tampak longgar atau hilang.
  3. Anemometer berfungsi.
  4. Radio komunikasi diuji dengan signalman.
  5. Kaca kabin bersih.

Uji fungsi

  1. Limit switch hoist atas dan bawah.
  2. Limit switch trolley dalam dan luar.
  3. Limit slewing bila ada.
  4. Rem hoist, trolley, dan slewing.
  5. Berhenti darurat.
  6. Indikator beban dan momen menyala.

Konteks kerja operator tower crane dibahas di tower crane dan kelas operator.

Apa yang dilakukan bila ada temuan?

Bedakan dua jenis temuan.

Temuan yang menghentikan operasi. Unit tidak boleh dipakai sampai diperbaiki:

  • rem tidak menahan;
  • limit switch atau pengaman beban tidak berfungsi;
  • wire rope mencapai kriteria penolakan;
  • kait retak atau melebar;
  • retak pada struktur;
  • kebocoran hidrolik besar;
  • berhenti darurat tidak bekerja.

Pasang tanda larangan pakai (tag out), laporkan, dan catat.

Temuan yang dicatat dan dipantau. Misalnya lampu kerja mati atau cat pelat kapasitas mulai pudar. Dicatat, dilaporkan, dan dijadwalkan perbaikannya.

Operator tidak memperbaiki sendiri di luar kewenangannya dan tidak mengakali pengaman agar unit tetap jalan. Sebagian besar kejadian di artikel penyebab kecelakaan crane didahului temuan yang diabaikan.

Bagaimana membuat pemeriksaan harian benar-benar berjalan?

  • Checklist ringkas dan spesifik unit. Satu halaman, sesuai tipe crane, dengan kolom ya, tidak, dan keterangan.
  • Sediakan waktu. Masukkan pemeriksaan ke dalam jadwal shift, bukan dipotong dari jam produksi.
  • Tindak lanjuti temuan. Operator berhenti mencatat bila laporannya tidak pernah ditanggapi.
  • Periksa secara acak. Supervisor sesekali mendampingi untuk memastikan checklist tidak sekadar dicentang.
  • Simpan catatan. Berguna saat audit SMK3 dan saat pemeriksaan berkala.

Praktik pemeriksaan harian di unit menjadi bagian dari ujian praktik dalam pelatihan operator overhead crane dan program operator lainnya.

Referensi

  • Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut
  • PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Manual operasi dan pemeliharaan pabrikan unit