Rigger atau juru ikat bertugas mengikat beban ke kait crane dengan alat bantu angkat yang tepat, sedangkan signalman memberi isyarat kepada operator selama beban bergerak. Operator mengendalikan mesin, tetapi keputusan tentang cara beban diikat dan kapan aman untuk diangkat berada di tangan dua peran ini. Banyak insiden pengangkatan berawal dari pengikatan, bukan dari crane.

Rigger adalah pekerjaan apa?

Rigger adalah pekerja yang bertanggung jawab atas pengikatan beban. Dalam peraturan Indonesia sebutannya juru ikat, dan di lapangan dikenal juga sebagai juru ikat beban atau rigger crane. Bagi yang bertanya rigger kerja apa, jawabannya: menghitung berat, memilih sling dan shackle, mengikat, lalu memandu beban sampai diletakkan.

Sebutan turunannya mengikuti tempat kerja:

  • Rigger proyek dan pabrik. Bekerja dengan mobile crane, tower crane, atau overhead crane.
  • Rigger tambang dan migas. Tugas sama, dengan persyaratan sertifikat sektor dan prosedur izin kerja yang lebih ketat.
  • Rigger offshore. Bekerja di anjungan atau kapal, dengan beban yang ikut bergerak karena gelombang.
  • Helper rigger. Pembantu yang belum berlisensi dan bekerja di bawah arahan rigger.
  • Foreman rigger. Pemimpin regu yang mengatur pembagian tugas dan memeriksa rencana pengangkatan.

Satu catatan: di bidang telekomunikasi, rigger tower berarti pemanjat menara yang memasang antena. Itu pekerjaan berbeda dengan keahlian bekerja di ketinggian, bukan juru ikat pesawat angkat yang dibahas di sini.

Siapa saja anggota tim pengangkatan?

Pengangkatan yang tertata baik melibatkan peran berikut, walaupun pada pekerjaan kecil beberapa di antaranya dirangkap:

Peran Tanggung jawab utama
Penanggung jawab pengangkatan (lifting supervisor) Memastikan rencana, izin kerja, dan personel siap
Operator crane Mengoperasikan unit sesuai kapasitas dan isyarat
Rigger (juru ikat) Memilih alat bantu angkat dan mengikat beban
Signalman Memberi isyarat kepada operator
Pemegang tag line Mengendalikan putaran dan ayunan beban dengan tali pandu

Di banyak pabrik, rigger sekaligus menjadi signalman dan pemegang tag line. Itu sah selama orangnya kompeten dan pengangkatannya sederhana.

Apa saja tugas rigger?

Sebelum pengangkatan

  • Mengetahui berat beban dari dokumen, pelat nama, atau perhitungan.
  • Menentukan titik berat dan titik ikat.
  • Memilih sling, shackle, dan alat bantu lain dengan batas beban kerja yang memadai.
  • Memeriksa kondisi setiap alat bantu angkat dan menyingkirkan yang rusak.
  • Memastikan jalur pemindahan dan titik peletakan bebas dari halangan dan orang.

Saat pengangkatan

  • Mengikat beban dengan metode yang sesuai dan melindungi sling dari sudut tajam.
  • Memastikan kait berada tegak lurus di atas titik berat.
  • Meminta angkat percobaan beberapa sentimeter untuk memeriksa keseimbangan.
  • Menjauh dari beban dan tidak pernah berada di bawahnya.
  • Mengendalikan beban dengan tag line, bukan dengan tangan.

Setelah pengangkatan

  • Memastikan beban stabil sebelum sling dikendurkan.
  • Melepas dan menyimpan alat bantu angkat dengan benar.
  • Melaporkan alat yang rusak.

Pengetahuan tentang alatnya sendiri dibahas di artikel alat bantu angkat: sling dan shackle.

Apa saja tugas signalman?

Signalman adalah mata operator. Tugasnya:

  • berdiri di posisi yang terlihat jelas oleh operator dan dapat melihat beban serta jalurnya;
  • memberi isyarat tangan baku atau perintah radio yang ringkas;
  • memastikan tidak ada orang di jalur beban;
  • menghentikan pengangkatan bila melihat bahaya.

Aturan dasarnya sederhana: operator hanya menerima isyarat gerak dari satu signalman yang ditunjuk, tetapi isyarat berhenti darurat wajib dipatuhi dari siapa pun. Signalman sebaiknya memakai tanda pengenal yang berbeda, misalnya rompi atau helm berwarna khusus, agar operator tidak salah orang.

Bentuk-bentuk isyaratnya dijelaskan di artikel isyarat tangan crane.

Tag line dan posisi aman

Tag line adalah tali pandu yang diikat pada beban untuk mengendalikan putaran dan ayunannya dari jarak aman. Pemegangnya berdiri di luar jalur beban, tidak melilitkan tali ke tangan atau badan, dan melepasnya bila beban bergerak tidak terkendali. Di dekat jaringan listrik, tag line harus dari bahan yang tidak menghantar dan dalam kondisi kering. Untuk beban panjang seperti pipa atau balok, dua tag line di kedua ujung memberi kendali yang lebih baik.

Apa perbedaan rigger dan signalman?

Perbedaannya pada pokok keahlian. Rigger menguasai beban dan alat bantu angkat: berat, titik berat, sudut sling, kapasitas shackle. Signalman menguasai komunikasi: isyarat, posisi, dan pengamatan jalur.

Dalam Permenaker No. 8 Tahun 2020, personel yang diatur dengan lisensi adalah juru ikat (rigger). Pemanduan operator termasuk dalam lingkup kompetensinya. Karena itu, cara paling aman bagi perusahaan adalah memastikan orang yang memberi isyarat juga memegang lisensi juru ikat.

Kompetensi apa yang harus dimiliki rigger?

  • Menghitung berat beban. Dari volume dan berat jenis material bila data tidak tersedia.
  • Menentukan titik berat. Terutama pada beban tidak simetris seperti mesin atau bejana dengan nozzle.
  • Memahami sudut sling. Sling yang makin landai menanggung tegangan makin besar.
  • Mengenali kerusakan alat. Kawat putus, shackle bengkok, sling sintetis tersayat.
  • Menguasai metode pengikatan. Vertikal, choker, basket, dan penggunaan spreader bar.
  • Berkomunikasi. Isyarat tangan dan etika radio.
  • Berani menghentikan pekerjaan. Rigger yang ragu harus berhenti dan bertanya.

Butir terakhir sering terlupa. Tekanan target membuat rigger enggan menolak perintah. Perusahaan perlu menegaskan bahwa setiap anggota tim berhak menghentikan pengangkatan yang tidak aman.

Kesalahan apa yang sering dilakukan rigger?

  1. Menebak berat beban. Selisih perkiraan dapat mencapai puluhan persen.
  2. Memakai sling seadanya. Mengambil sling terdekat tanpa membaca label kapasitasnya.
  3. Sudut sling terlalu landai. Karena sling terlalu pendek untuk lebar beban.
  4. Tidak melindungi sling dari sudut tajam. Sling sintetis dapat tersayat dalam satu kali angkat.
  5. Mengikat tidak di atas titik berat. Beban miring atau terayun saat terangkat.
  6. Berdiri di antara beban dan benda tetap. Posisi terjepit yang paling sering memakan korban.
  7. Menahan beban dengan tangan. Seharusnya memakai tag line.
  8. Memberi isyarat tidak baku. Operator menebak maksudnya.

Pola insiden yang lebih luas dibahas di penyebab kecelakaan crane.

Bagaimana lisensi dan pelatihan rigger?

Juru ikat memerlukan Lisensi K3 dari Kemnaker RI, diperoleh melalui pembinaan dan evaluasi. Materinya meliputi peraturan, pengetahuan dasar keran angkat, alat bantu angkat, perhitungan berat dan sudut sling, metode pengikatan, isyarat, serta praktik. Lisensi berlaku lima tahun dan dapat diperpanjang.

Perusahaan sebaiknya merencanakan sertifikasi rigger bersamaan dengan operator. Tim yang dilatih bersama memakai istilah dan isyarat yang sama, dan operator memahami apa yang dikerjakan rigger di bawahnya. Rinciannya ada pada halaman pelatihan juru ikat (rigger).

Referensi

  • Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut
  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja