Lifting plan adalah rencana tertulis yang memastikan sebuah pengangkatan dapat dilakukan dengan aman sebelum crane digerakkan, dan load chart adalah tabel pabrikan yang menyatakan berapa beban yang boleh diangkat crane pada konfigurasi tertentu. Keduanya tidak terpisahkan: angka di lifting plan berasal dari load chart. Operator yang tidak mampu membaca load chart sebenarnya bekerja dengan menebak.
Apa itu lifting plan dan kapan dibutuhkan?
Setiap pengangkatan perlu direncanakan. Yang berbeda adalah kedalaman rencananya. Banyak perusahaan membagi pengangkatan menjadi tiga tingkat:
| Kategori | Contoh | Bentuk perencanaan |
|---|---|---|
| Rutin | Memindahkan material berulang dengan overhead crane | Prosedur baku dan pemeriksaan harian |
| Tidak rutin | Beban dengan bentuk atau berat tidak biasa | Rencana tertulis sederhana dan toolbox meeting |
| Kritis | Beban mendekati kapasitas crane, dua crane, di atas fasilitas beroperasi, dekat jaringan listrik | Lifting plan lengkap, ditinjau dan disetujui |
Batas persentase yang menjadikan pengangkatan disebut kritis ditetapkan prosedur perusahaan atau pemilik proyek. Yang sering dipakai adalah ambang pemakaian kapasitas tertentu, tetapi angkanya tidak seragam.
Apa saja isi lifting plan?
Dokumen yang baik menjawab pertanyaan berikut:
- Beban. Berat, dimensi, titik berat, dan titik ikat.
- Alat bantu angkat. Jenis, jumlah, kapasitas, panjang sling, sudut, dan berat totalnya.
- Crane. Jenis, kapasitas, konfigurasi boom, counterweight, dan outrigger.
- Geometri. Radius angkat, radius letak, ketinggian, dan jarak bebas terhadap halangan.
- Kapasitas. Angka dari load chart pada kondisi terburuk dan persentase pemakaiannya.
- Tumpuan. Kondisi tanah, alas outrigger, dan keberadaan utilitas bawah tanah.
- Lingkungan. Batas kecepatan angin, jaringan listrik, dan aktivitas lain di sekitar.
- Personel. Operator, rigger, signalman, dan penanggung jawab beserta lisensinya.
- Urutan kerja dan komunikasi.
- Rencana darurat.
Gambar denah dan tampak samping skala sangat membantu. Banyak kesalahan baru terlihat ketika posisi crane digambar.
Bagaimana cara membaca load chart?
Load chart mobile crane terdiri atas beberapa halaman. Satu hal perlu ditegaskan lebih dulu bagi yang mencari load chart crane 25 ton, 50 ton, atau 100 ton: angka pada nama unit hanyalah kapasitas maksimum pada radius terpendek, dan dua crane 25 ton dari merek berbeda memiliki tabel yang berbeda. Lifting plan crane 25 ton harus memakai load chart model itu sendiri, dari manual pabrikan atau tabel di kabin. Bacalah dengan urutan berikut.
1. Pilih halaman konfigurasi yang benar
Tiap halaman berlaku untuk satu kombinasi: bukaan outrigger (penuh, setengah, atau tanpa), berat counterweight, dan area kerja (360 derajat, di atas belakang, atau di atas samping). Memakai halaman yang salah adalah kesalahan paling berbahaya.
2. Tentukan radius
Radius adalah jarak mendatar dari pusat putar crane ke garis tegak kait saat beban tergantung, bukan panjang boom. Ukur radius terjauh sepanjang pengangkatan.
3. Tentukan panjang boom
Pilih kolom panjang boom yang dipakai. Bila panjang sebenarnya berada di antara dua kolom, gunakan nilai yang lebih kecil dari dua kolom yang mengapit. Hal yang sama berlaku untuk radius di antara dua baris: ambil radius yang lebih besar.
4. Baca kapasitas kotor
Angka pada perpotongan radius dan panjang boom adalah kapasitas kotor (gross capacity).
5. Hitung kapasitas bersih
Kurangkan semua yang tergantung pada ujung boom selain beban:
- blok kait utama dan kait tambahan;
- sling, shackle, dan spreader bar;
- jib yang terpasang atau terlipat, sesuai catatan pabrikan;
- tali angkat di bawah ujung boom bila disyaratkan catatan chart.
Hasilnya adalah kapasitas bersih, yaitu berat beban maksimum yang boleh diangkat.
6. Baca catatan kaki
Catatan memuat syarat seperti jumlah lilitan tali minimum, pengurangan untuk jib, dan batas angin. Catatan ini bagian dari chart, bukan pelengkap.
Contoh perhitungan sederhana
Misalkan sebuah pengangkatan dengan data berikut (angka ilustrasi, bukan dari chart unit tertentu):
- berat beban: 8,0 ton;
- blok kait: 0,5 ton;
- sling dan shackle: 0,2 ton;
- radius terjauh: 12 meter;
- kapasitas kotor di load chart pada radius 12 meter dan panjang boom yang dipakai: 11,0 ton.
Beban total pada ujung boom adalah 8,0 + 0,5 + 0,2 = 8,7 ton. Persentase pemakaian kapasitas adalah 8,7 dibagi 11,0, yaitu sekitar 79 persen. Angka ini kemudian dibandingkan dengan batas yang ditetapkan prosedur perusahaan untuk menentukan apakah pengangkatan tergolong kritis.
Perhatikan bahwa bila radius bertambah menjadi 14 meter karena posisi crane bergeser, kapasitas turun dan persentasenya dapat melonjak. Itu sebabnya radius diukur, bukan dikira-kira.
Apa arti range diagram dan zona pada load chart?
Range diagram adalah gambar yang menunjukkan hubungan panjang boom, sudut boom, radius, dan ketinggian ujung boom. Gunanya untuk memeriksa apakah boom cukup tinggi melewati halangan dan cukup jauh mencapai titik letak.
Zona kekuatan struktur dan zona stabilitas. Banyak chart memberi garis tebal atau arsiran pemisah. Di radius pendek, kapasitas dibatasi kekuatan struktur boom. Di radius panjang, kapasitas dibatasi stabilitas, yaitu batas sebelum crane terguling. Bahayanya, pada zona struktur crane tidak memberi tanda akan terguling sebelum komponen rusak. Jangan pernah memakai rasa terangkatnya outrigger sebagai indikator kapasitas.
Jenis unit dan karakternya dibahas di jenis mobile crane: crawler, truck, dan rough terrain.
Kesalahan apa yang sering terjadi?
- Memakai halaman chart untuk outrigger terbuka penuh, padahal di lapangan hanya terbuka sebagian.
- Mengukur radius ke pusat beban di tanah sebelum diangkat, tanpa memperhitungkan lenturan boom yang menambah radius saat beban terangkat.
- Lupa mengurangkan berat blok kait dan alat bantu angkat.
- Menganggap berat beban sesuai perkiraan tanpa data.
- Mengabaikan kondisi tanah di bawah outrigger.
- Mengandalkan load moment indicator sebagai pengganti perencanaan. Alat itu pengaman terakhir, bukan alat perencana.
- Mengubah rencana di lapangan tanpa menghitung ulang.
Siapa yang bertanggung jawab?
Lifting plan disusun personel yang ditunjuk perusahaan, ditinjau pihak yang berwenang, dan dijelaskan kepada seluruh tim sebelum pekerjaan. Operator tetap memegang tanggung jawab akhir atas unitnya: bila kondisi lapangan berbeda dari rencana, ia berhak dan wajib menolak mengangkat.
Kemampuan membaca load chart dilatih dalam pelatihan operator mobile crane. Rigger yang memahami perhitungan alat bantu angkat melengkapi tim, seperti dijelaskan di peran rigger dan signalman.
Referensi
- Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut
- ASME B30.5 Mobile and Locomotive Cranes
- Manual operasi dan load chart pabrikan unit yang digunakan


