Overhead crane berjalan pada rel yang ditopang struktur bangunan, gantry crane berjalan pada kakinya sendiri di atas rel lantai, sedangkan hoist adalah unit pengangkat yang menaik-turunkan beban dan biasanya terpasang pada keduanya. Ketiganya sering disebut bergantian, padahal perbedaan strukturnya menentukan cara pemasangan, risiko, dan hal yang perlu diperiksa operator setiap hari.

Apa itu overhead crane?

Overhead crane, sering disebut bridge crane atau overhead travelling crane, terdiri atas beberapa bagian:

  • Runway. Rel lintasan yang dipasang pada balok dan kolom bangunan.
  • Bridge atau girder. Jembatan yang membentang di antara dua runway. Ada tipe girder tunggal dan girder ganda.
  • End carriage. Roda penggerak di kedua ujung girder.
  • Trolley. Kereta yang bergerak melintang di sepanjang girder.
  • Hoist. Unit pengangkat yang dibawa trolley.

Tiga gerakan overhead crane: hoisting, traversing, dan travelling

Ciri overhead crane yang paling mudah dikenali adalah tiga gerakannya, dan istilah ini kerap ditanyakan dalam ujian:

  • Hoisting. Gerakan naik dan turun kait oleh hoist.
  • Traversing atau cross travel. Gerakan trolley melintang di sepanjang girder.
  • Travelling atau long travel. Gerakan seluruh jembatan (girder) memanjang di sepanjang runway.

Gabungan ketiganya membuat beban dapat dijangkau di seluruh luasan bangunan yang dilintasi crane. Operator yang baik menjalankan gerakan satu per satu atau dengan perpindahan halus agar beban tidak terayun.

Karena seluruh sistem berada di atas, lantai produksi bebas dari hambatan. Itu sebabnya overhead crane menjadi pilihan utama di pabrik baja, otomotif, permesinan, dan gudang coil.

Apa itu gantry crane?

Gantry crane memiliki girder dan trolley seperti overhead crane, tetapi girdernya ditopang kaki yang berdiri di atas rel lantai atau roda karet. Beban strukturnya tidak disalurkan ke bangunan.

Variasinya:

  • Full gantry. Kedua sisi ditopang kaki.
  • Semi gantry. Satu sisi berjalan di runway bangunan, sisi lain di kaki.
  • Portable gantry. Ukuran kecil beroda, dipindahkan dengan didorong, banyak dipakai di bengkel.
  • Rubber tyred dan rail mounted gantry. Ukuran besar di terminal peti kemas.

Gantry crane cocok untuk area terbuka seperti yard fabrikasi, galangan kapal, dan stockyard precast, tempat tidak ada kolom bangunan untuk menopang lintasan.

Apa itu hoist?

Hoist adalah perangkat yang melakukan gerakan angkat dan turun. Di dalamnya ada motor, gearbox, rem, drum atau roda rantai, serta kait.

  • Electric wire rope hoist. Memakai tali kawat baja yang digulung pada drum. Umum untuk kapasitas menengah sampai besar.
  • Electric chain hoist. Memakai rantai beban. Ringkas, umum untuk kapasitas kecil.
  • Manual chain hoist (chain block) dan lever hoist. Digerakkan tangan.
  • Pneumatic hoist. Digerakkan udara bertekanan, dipakai di area berisiko ledakan.

Hoist dapat berdiri sendiri pada balok monorel atau jib crane, atau menjadi bagian dari overhead dan gantry crane. Jadi pernyataan yang tepat: setiap overhead crane memiliki hoist, tetapi tidak setiap hoist adalah overhead crane.

Apa saja perbedaan utamanya?

Aspek Overhead crane Gantry crane Hoist (monorel)
Penopang Struktur bangunan Kaki sendiri di rel lantai Balok tunggal
Arah gerak beban Tiga sumbu Tiga sumbu Dua sumbu (naik-turun dan sepanjang balok)
Lokasi khas Dalam gedung Area terbuka Stasiun kerja, jalur perakitan
Hambatan di lantai Tidak ada Ada rel dan kaki bergerak Tidak ada
Pengaruh cuaca Kecil Besar, terutama angin Kecil
Kapasitas umum Kecil sampai sangat besar Kecil sampai sangat besar Kecil sampai menengah

Bagaimana perbedaan risikonya?

Overhead crane. Bahaya khasnya adalah beban melintas di atas pekerja, beban terayun karena start dan stop yang kasar, tarikan menyamping (side pull), dan tabrakan dengan crane lain di lintasan yang sama. Akses ke girder untuk perawatan juga merupakan pekerjaan di ketinggian.

Gantry crane. Selain bahaya di atas, kaki gantry bergerak sejajar dengan pekerja dan kendaraan di lantai sehingga ada risiko terjepit atau tertabrak. Di area terbuka, angin dapat mendorong crane sepanjang rel. Karena itu gantry crane luar ruang memerlukan pengunci rel (rail clamp atau storm anchor) saat tidak dipakai.

Hoist. Bahaya yang sering muncul adalah pengangkatan miring, rantai atau wire rope terpuntir, serta limit switch atas yang tidak berfungsi sehingga blok kait menabrak drum.

Rangkuman pola insiden yang lebih luas dapat dibaca di penyebab kecelakaan crane.

Alat kendali dan pengaman

Ketiganya dapat dikendalikan dengan salah satu dari tiga cara:

  1. Pendant. Kotak tombol tergantung dari trolley atau girder. Operator berjalan mengikuti beban.
  2. Remote radio. Operator bebas memilih posisi pandang yang aman.
  3. Kabin. Operator duduk di kabin pada girder, umum pada crane berkapasitas besar.

Alat pengaman yang lazim terpasang:

  • limit switch atas dan bawah untuk gerakan hoist;
  • limit switch ujung lintasan untuk trolley dan bridge;
  • pembatas beban lebih (overload limiter);
  • rem yang bekerja otomatis saat listrik padam;
  • tombol berhenti darurat;
  • sirene atau lampu peringatan saat crane bergerak;
  • perangkat anti tabrakan bila ada lebih dari satu crane di satu lintasan.

Operator wajib menguji fungsi pengaman ini sebelum bekerja. Langkah-langkahnya ada di artikel pemeriksaan harian crane.

Kapan memilih overhead crane, gantry crane, atau hoist?

  • Pilih overhead crane bila pekerjaan berada di dalam gedung, struktur bangunan mampu menahan beban lintasan, dan lantai harus bebas hambatan.
  • Pilih gantry crane bila pekerjaan berada di luar ruang, bangunan tidak dirancang menahan crane, atau area kerja akan berpindah.
  • Pilih hoist monorel atau jib crane bila beban hanya perlu dipindah sepanjang satu jalur atau dalam radius kecil di satu stasiun kerja.

Keputusan akhir biasanya melibatkan perhitungan struktur dan pemasok crane. Unit yang sudah terpasang kemudian wajib menjalani pemeriksaan dan pengujian sebelum dipakai.

Lisensi apa yang dibutuhkan operatornya?

Operator overhead crane, gantry crane, dan hoist bertenaga mengikuti pembinaan operator pesawat angkat sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020. Kelasnya ditentukan kapasitas unit: Kelas III sampai 25 ton, Kelas II di atas 25 sampai 100 ton, dan Kelas I di atas 100 ton.

Kewajiban ini berlaku juga bagi operator produksi yang mengendalikan crane lewat pendant atau remote sebagai bagian dari pekerjaan hariannya. Programnya tersedia pada pelatihan operator overhead crane. Sampaikan jenis unit Anda saat mendaftar agar pencantuman pada berkas sesuai.

Referensi

  • Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut
  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • ASME B30.2 Overhead and Gantry Cranes