Mobile crane adalah keran angkat yang dapat berpindah dengan tenaga sendiri. Jenis yang paling banyak dipakai di Indonesia adalah truck crane, rough terrain crane, all terrain crane, dan crawler crane. Perbedaannya terletak pada sistem penggerak dan tumpuan, yang pada gilirannya menentukan di mana unit itu unggul dan apa yang harus diwaspadai operatornya.

Apa yang membedakan mobile crane dari crane lain?

Pada overhead crane, kapasitas tertulis di girder dan berlaku di semua posisi. Pada mobile crane, kapasitas berubah-ubah. Unit berlabel 50 ton hanya mampu mengangkat 50 ton pada radius terpendek dengan konfigurasi tertentu. Pada radius 20 meter, kapasitasnya bisa tinggal beberapa ton.

Dua hal lain yang khas:

  • Tumpuan tidak tetap. Crane berdiri di atas tanah yang kondisinya berbeda di setiap lokasi.
  • Lingkungan berubah. Hari ini di samping galian, besok di bawah jaringan listrik.

Karena itu, kompetensi inti operator mobile crane adalah membaca load chart dan menilai tumpuan.

Apa saja jenis mobile crane?

Empat jenis berikut paling sering dijumpai di proyek dan industri.

Truck crane

Truck crane dipasang pada sasis truk dengan kabin kemudi terpisah dari kabin operator crane. Boom umumnya teleskopik hidrolik.

Kelebihan

  • Dapat berjalan di jalan raya dengan kecepatan normal.
  • Waktu persiapan singkat, cocok untuk pekerjaan harian yang berpindah lokasi.
  • Tersedia luas di pasar rental.

Batasan

  • Wajib memasang outrigger untuk mengangkat.
  • Kurang lincah di tanah lunak atau tidak rata.
  • Sebagian unit memiliki zona kerja terbatas di atas kabin depan.

Truck loader crane, yaitu crane lipat di belakang kabin truk barang, termasuk kerabat dekatnya dan sering dipakai untuk bongkar muat material.

Rough terrain crane

Rough terrain crane memiliki satu kabin untuk mengemudi sekaligus mengoperasikan crane, dengan empat ban besar, penggerak empat roda, dan kemudi pada semua roda.

Kelebihan

  • Lincah di area proyek yang sempit dan tidak rata.
  • Dimensi ringkas dengan radius putar kecil.
  • Sebagian model memiliki tabel kapasitas tanpa outrigger (on rubber) untuk kondisi tertentu.

Batasan

  • Tidak untuk perjalanan jauh di jalan raya; perlu diangkut lowbed.
  • Kapasitas on rubber jauh lebih kecil daripada dengan outrigger.

Unit ini banyak ditemui di proyek kilang, pabrik petrokimia, dan area tambang.

All terrain crane

All terrain crane menggabungkan kemampuan jalan raya truck crane dengan kelincahan rough terrain. Jumlah gandarnya banyak, semua atau sebagian besar dapat dikemudikan, dan kapasitasnya mencapai ratusan ton.

Unit besar memerlukan counterweight tambahan yang diangkut terpisah dan dirakit di lokasi. Konfigurasinya banyak, sehingga buku load chart-nya tebal dan operatornya umumnya memegang lisensi Kelas II atau Kelas I.

Crawler crane

Crawler crane berjalan di atas rantai baja. Boomnya biasanya lattice (rangka batang) yang dirakit di lokasi, meskipun ada juga tipe teleskopik.

Kelebihan

  • Tekanan ke tanah tersebar pada bidang track yang luas.
  • Tidak memakai outrigger dan dapat mengangkat ke segala arah.
  • Dapat berjalan sambil membawa beban sesuai ketentuan pabrikan.
  • Tersedia sampai kapasitas sangat besar.

Batasan

  • Mobilisasi mahal karena harus diangkut dalam beberapa bagian dan dirakit.
  • Bergerak lambat dan dapat merusak permukaan jalan.
  • Tanah tetap harus rata dan padat; kemiringan kecil sudah berpengaruh besar pada boom panjang.

Crawler crane menjadi andalan pada pemancangan, pemasangan girder jembatan, dan proyek pembangkit.

Bagaimana perbandingannya?

Aspek Truck crane Rough terrain All terrain Crawler
Penggerak Roda, sasis truk Empat roda besar Banyak gandar Rantai (track)
Jalan raya Ya Tidak Ya Tidak
Outrigger Wajib Umumnya wajib Wajib Tidak ada
Berjalan dengan beban Tidak Terbatas, sesuai tabel Terbatas Ya, sesuai ketentuan
Waktu persiapan Singkat Singkat Sedang Lama
Pekerjaan khas Harian, berpindah Proyek industri Angkat berat jangka pendek Proyek jangka panjang

Apa risiko utama mobile crane dan cara mengendalikannya?

Terguling. Penyebabnya tanah ambles di bawah outrigger, outrigger tidak dibuka penuh, atau beban melebihi kapasitas pada radius tersebut. Pengendaliannya: periksa daya dukung tanah, pakai alas tumpuan yang memadai, buka outrigger sesuai konfigurasi di load chart, dan pastikan unit rata.

Kegagalan struktur. Pada radius pendek, kapasitas dibatasi kekuatan boom, bukan stabilitas. Beban lebih di zona ini dapat merusak boom tanpa tanda terguling lebih dulu.

Kontak listrik. Boom atau tali angkat menyentuh atau mendekati jaringan listrik udara. Jaga jarak aman sesuai ketentuan pengelola jaringan dan prosedur perusahaan, serta gunakan pengawas khusus.

Two-blocking. Blok kait tertarik sampai menabrak ujung boom saat boom dipanjangkan. Perangkat anti two-block harus berfungsi.

Ayunan beban dan angin. Beban berpenampang lebar bertindak seperti layar.

Selain itu, perhatikan perbedaan antara berjalan dan mengangkat. Sebagian besar insiden saat mobilisasi terjadi karena boom tidak diturunkan dan dikunci pada posisi perjalanan, outrigger belum ditarik penuh, atau unit melintas di bawah kabel dan jembatan tanpa memeriksa ketinggian bebas. Ikuti konfigurasi perjalanan yang ditetapkan pabrikan.

Cara membaca kapasitas dan merencanakan pengangkatan dibahas di artikel lifting plan dan cara membaca load chart crane.

Lisensi apa yang dibutuhkan operator mobile crane?

Semua jenis di atas memerlukan operator berlisensi sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020, dengan kelas menurut kapasitas unit:

  • Kelas III: sampai 25 ton;
  • Kelas II: di atas 25 sampai 100 ton;
  • Kelas I: di atas 100 ton.

Operator truck crane yang membawa unit di jalan umum juga memerlukan SIM yang sesuai. SIO tidak menggantikan SIM, dan sebaliknya. Program pembinaannya tersedia pada pelatihan operator mobile crane.

Referensi

  • Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut
  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
  • ASME B30.5 Mobile and Locomotive Cranes