Crane Kapal & Terapung
Komponen Peralatan Floating Ship Crane dan Fungsinya
Kapal crane berlambung kapal dan bermesin sendiri yang fungsi utamanya mengangkat beban berat di laut, bukan mengangkut muatan.

Mengenal Floating Ship Crane
Floating ship crane, lebih dikenal sebagai crane ship atau crane vessel, adalah kapal yang dibangun khusus untuk mengangkat. Bedanya dari floating crane berbasis tongkang: ia memiliki lambung berbentuk kapal dan mesin penggerak sendiri, sehingga dapat berlayar ke lokasi tanpa ditarik dan bertahan di laut yang lebih berat. Bedanya dari ship crane biasa: pada kapal kargo, crane hanyalah perlengkapan untuk muatan kapal itu sendiri; pada crane ship, crane adalah alasan kapal itu ada. Bentuk lambungnya bisa monohull, katamaran, atau semi-submersible untuk kapasitas terbesar.
Crane utamanya umumnya berputar di atas pedestal atau tub di buritan atau sisi kapal, dengan kapasitas dari ratusan hingga ribuan ton. Kapal menjaga posisinya dengan sistem jangkar atau dynamic positioning, dan memakai sistem ballast berkapasitas besar yang bekerja selaras dengan gerakan crane agar kapal tetap tegak saat beban berpindah. Di Indonesia istilah ini jarang dipakai dalam keseharian; unit sejenis lebih sering disebut crane vessel atau heavy lift vessel, dan pengoperasiannya berada di bawah rezim keselamatan pelayaran dan klasifikasi, di samping ketentuan K3.
Penggunaan umum
- Instalasi dan pembongkaran anjungan minyak dan gas lepas pantai
- Pemasangan pondasi dan turbin angin lepas pantai
- Pekerjaan bawah laut: pemasangan struktur dan peralatan di dasar laut
- Salvage kapal dan muatan berukuran besar
9 komponen utama Floating Ship Crane
- Lambung kapal bermesin
- Memberi daya apung, stabilitas, dan kemampuan berlayar sendiri.
- Crane utama di atas pedestal atau tub
- Crane berputar berkapasitas besar dengan boom rangka.
- Boom rest
- Penopang boom saat kapal berlayar.
- Sistem ballast dan anti-heeling
- Memindahkan air dengan cepat untuk melawan kemiringan saat slewing dengan beban.
- Dynamic positioning atau sistem jangkar
- Menjaga posisi dan haluan kapal selama pengangkatan.
- Main block, auxiliary block, dan whip line
- Beberapa kait dengan kapasitas dan kecepatan berbeda.
- Sistem pemantau beban dan gerak kapal
- Menampilkan beban kait, radius, heel, trim, dan gerak akibat gelombang.
- Kompensator gelombang (pada sebagian unit)
- Meredam pengaruh gerak naik turun kapal terhadap beban, terutama untuk pekerjaan bawah laut.
- Geladak kerja dan sea fastening
- Tempat meletakkan dan mengikat muatan atau modul.
Bahaya utama pada Floating Ship Crane
- Kehilangan stabilitas bila ballast tidak mengikuti gerakan beban
- Kehilangan posisi akibat gangguan dynamic positioning atau jangkar larat
- Beban dinamis akibat gelombang saat mengangkat dari tongkang atau menembus permukaan air
- Benturan beban dengan struktur anjungan atau kapal lain
- Kegagalan rigging pada beban sangat berat
- Cuaca berubah cepat di tengah pengangkatan yang tidak bisa dihentikan seketika
Pertanyaan seputar Floating Ship Crane
Apa saja komponen utama Floating Ship Crane?
Lambung kapal bermesin, Crane utama di atas pedestal atau tub, Boom rest, Sistem ballast dan anti-heeling, Dynamic positioning atau sistem jangkar, Main block, auxiliary block, dan whip line, Sistem pemantau beban dan gerak kapal, Kompensator gelombang (pada sebagian unit), Geladak kerja dan sea fastening.
Mengapa operator perlu mengenal komponen Floating Ship Crane?
Karena pemeriksaan sebelum operasi dan pengenalan gejala kerusakan bergantung pada pemahaman fungsi tiap bagian. Bahaya utamanya antara lain kehilangan stabilitas bila ballast tidak mengikuti gerakan beban dan kehilangan posisi akibat gangguan dynamic positioning atau jangkar larat.
Komponen lain di kelompok Crane Kapal & Terapung
Siap mengirim tim Anda untuk pelatihan?
Ceritakan kebutuhan Anda. Tim Pelatihan SIO Crane akan membalas dengan rincian jadwal, persyaratan, dan penawaran resmi.