Crane Kapal & Terapung
Komponen Peralatan Ship Crane dan Fungsinya
Crane geladak yang terpasang tetap pada kapal untuk bongkar muat sendiri di pelabuhan tanpa crane darat, atau di tengah laut.

Mengenal Ship Crane
Ship crane, sering disebut deck crane, adalah crane yang dipasang permanen pada pedestal di geladak kapal. Kapal yang membawanya disebut geared vessel: ia bisa membongkar dan memuat sendiri di pelabuhan yang tidak memiliki crane darat, atau saat alih muat di laut. Crane ini umumnya bertenaga elektro-hidraulik, berputar di atas slewing bearing, dan lengannya diatur dengan tali luffing atau silinder hidraulik. Pada kapal curah, crane dipasang di antara palka sehingga satu crane dapat melayani dua palka.
Yang membedakan ship crane dari crane darat adalah tumpuannya ikut bergerak. Kemiringan melintang (list) dan membujur (trim) kapal mengubah beban pada lengan dan slewing, sehingga pabrikan menetapkan batas kemiringan untuk kapasitas kerja aman (SWL). Kondisi laut juga menentukan: kapasitas untuk operasi di pelabuhan yang tenang tidak sama dengan saat ada gelombang. Selain ketentuan K3 ketenagakerjaan, alat angkat kapal umumnya tunduk pada persyaratan badan klasifikasi dan otoritas pelayaran, dengan catatan pengujian dalam register alat angkat kapal.
Penggunaan umum
- Bongkar muat mandiri kapal curah dan kapal kargo umum
- Alih muat batu bara dari tongkang ke kapal di laut
- Pemuatan perbekalan, suku cadang, dan sekoci (provision crane)
- Penanganan selang muatan pada kapal tanker (hose handling crane)
9 komponen utama Ship Crane
- Pedestal (crane post)
- Tiang penopang yang menyatu dengan struktur geladak dan meneruskan beban ke lambung.
- Slewing bearing
- Bantalan putar antara pedestal dan rumah crane.
- Rumah crane dan kabin
- Tempat mesin, pompa hidraulik, dan ruang kendali operator.
- Jib
- Lengan angkat yang direbahkan dan dikunci pada dudukannya saat kapal berlayar.
- Winch hoist dan winch luffing
- Menggulung tali kawat untuk mengangkat beban dan mengatur sudut lengan.
- Power pack hidraulik
- Motor listrik dan pompa yang menyuplai tekanan ke winch dan motor slewing.
- Kait dengan swivel atau grab
- Alat pemegang muatan; grab dipakai untuk muatan curah.
- Limit switch dan pembatas beban
- Menghentikan gerakan pada batas hoist, luffing, slewing, dan kelebihan beban.
- Jib rest dan pengunci laut
- Dudukan dan pengikat lengan agar tidak bergerak saat pelayaran.
Bahaya utama pada Ship Crane
- Kelebihan beban efektif akibat kapal miring melebihi batas list dan trim
- Beban samping pada jib karena menyeret muatan atau karena gerak kapal
- Tali kawat dan komponen melemah oleh korosi air laut
- Kebocoran atau pecahnya selang hidraulik bertekanan tinggi
- Pekerja di palka atau tongkang tertimpa muatan yang berayun
- Jib terlepas dari dudukan saat berlayar bila pengunci laut tidak terpasang
Pertanyaan seputar Ship Crane
Apa saja komponen utama Ship Crane?
Pedestal (crane post), Slewing bearing, Rumah crane dan kabin, Jib, Winch hoist dan winch luffing, Power pack hidraulik, Kait dengan swivel atau grab, Limit switch dan pembatas beban, Jib rest dan pengunci laut.
Mengapa operator perlu mengenal komponen Ship Crane?
Karena pemeriksaan sebelum operasi dan pengenalan gejala kerusakan bergantung pada pemahaman fungsi tiap bagian. Bahaya utamanya antara lain kelebihan beban efektif akibat kapal miring melebihi batas list dan trim dan beban samping pada jib karena menyeret muatan atau karena gerak kapal.
Komponen lain di kelompok Crane Kapal & Terapung
Siap mengirim tim Anda untuk pelatihan?
Ceritakan kebutuhan Anda. Tim Pelatihan SIO Crane akan membalas dengan rincian jadwal, persyaratan, dan penawaran resmi.